Rabu, 11 November 2009

IN MEMORI PEMBINA TEATER


Selama menjadi pembina teater ada suka dan dukanya. Pementasan menjadi pembina teater di mulai membina teater di SMA Nasional Pati pada tahun 1998 dengan judul Caping Gunung. Kala itu dengan kemampuan yang sangat terbatas berani mementaskan naskah buatan sendiri dengan dengan segala keterbatasan. Pada tahun berikut membina dengan Drs. Slamet Raharjo alias Mondol mementaskan naskah berjudul "Rumah-rumah Kertas" namun belum membuahkan hasil hanya meraih juara harapan. Beruntung pada tahun 2000-an berhasil menorehkan hasil dengan menjuarai juara umum dalam festival drama se-Kabupaten Pati. Kala ini mementaskan "Tuan Gorela"
Kesendirian ternyata berat dalam membina teater perlu guru yang lebih ahli seperti Pak Mondol. Apalagi kini aku harus berpiusah dengan Pak Mondol karena alih tugas di SMA Negeri 1 Mayong Jepara. Ini terbukti berkali-kali mengikuti festival tak mampu unatuk menembus juara. Pementasan Naskah " Lapar" dalam festival Kalinyamatan Jepara belum bisa membuahkan hasil. Begitu pula dalam festival di STAIN Kudus yang kala itu mementaskan naskah berjudul "Kambing" . Terakhir kali di tahun 2009 ini dalam festival teater di UMK yang mementaskan naskah " Maria " hanya masuk pada nominasi juara karena hanya ada juara 1, 2 dan 3. Mungkin kalau ada juara harapan bisa mendapatkan. Ya tak apalah memang hanya sebatas itu kemampuan pembina yang berhasil ditorehkan.
Pada tahun ini terasa berat untuk menggarap naskah mengingat animo siswa yang turun di SMAN 1 Mayong untuk mengikuti ekstra teater. Masihkah mampu bertahan seiring derasnya perkembangan perteateran di tanah air sekarang ? Perkembangan kelompok teater profesional di daerah yang cukup pesat. Masih mampu bertahan teater tekad kaps sman 1 mayong ? Semoga...........................!

Tidak ada komentar: