Latihan Dasar Teater 2015

Kamis, 28 Oktober 2010

RESENSI NOVEL PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN

LIBERALISME DALAM PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN

Judul: Perempuan Berkalung Sorban
Pengarang:Abidah El Khalieqy
Penerbit : Arti Bumi Intaran
tebal Buku: 313 Halaman

Novel perempuan berkalung sorban ditampilkan cukup menarik dari segi perwajahan seorang wanita berjelbab bersorban merah dengan latar putih.
Tokoh yang diceritaka dalam Novel ini adalah Anisa seorang anak pondokan sekaligus anak kyai yang selalu diajarkan unutuk patuh. Semasa kecil ia bergaul dengan Lek Khudhori. Di sela-sela bermain ia belajar banyak tentang kitab. Kemudian ketika menjelang remaja saling jatuh cinta. Namun mereka harus berpisah karena Lek Khudori kuliah ke Kairo. Sementara Anisa kemudian dikawinkan orang tuanya dengan anak seorang kyai bermana Samsudin. Kehidupan rumah tidak bahagia kemudian bercerai. Setelah bercerai ia menikah dengan Lek Khudori. Mereka bahagia tapi hanya sebentar. Ketika sudah dikaruniai anak mendadak Lek Khudori meninggal Dunia akibat kecelakaan.
Kelebihan Novel ini adalah keberanian pengarang mengambil latar belakang pondok pesantren yang sarat dengan aturan. Apalagi pengarang seorang wanita. Satu hal lagi Teknik penceriaannya sangat runtut sehingga bagi pembaca pumula pun akan mampu untuk mengikuti ceritanya. Hanya sangat disayangkan novel ini terlalu liberalisme mulai dari perwataan tokoh utama yang selalu mrenghindari kegiatan keagamaan lebih cenderung belajar sendiri atau perwatakaan tokoh condong . Sementara tokoh lain samsudi lebih menonjolkan sifat kebarat-baratan. Kontroversi yang seharusnya tokoh utama mengubah Samsudin tak mampu. ini dikarenakan dalam penggarapan perwatakan sebetulnya sama mengadobsi barat yaitu individualisme. Tokoh lain seakan diperankan sebagai orang alim pondokan terselingi penjelasan belajar ke Jerman yang notabene bukan ada kaitan langsung dengan pesantren atau dunia islam.
Namun walaupun bagaimana pun novel ini cocok untuk dibaca bagi mereka yang sudah memiki pengetahuan yang cukup tentang Islam sebagai bahan perbandingan.

6 komentar:

alif dian indra kaswita mengatakan...

menurut saya cerita ini bagus karena mengambil religius mengingat sekarang banyak para remaja kurang mengerti soal tentang agama saya harap novel ini bisa mejadi dampak positif bagi para remaja,sehingga seorang yang membaca buku ini bisa mengambil hikmahnya.

manis mengatakan...

resensi novel perempuan berkalung sorban sangat menarik untuk di baca dan alur ceritanya mudah di mengerti dan memberikan amanah untuk patuh kepada orang tua, tapi novel ini juga memberikan dampak yang negatif karena ada salah satu tokoh yang meniru gaya kebarat-baratan yang menyimpang dengan ceritanya yang lebih mengarah ke unsur agama.

by: lailal khomsah dan nurul faizah
kls: XIIS1

manis mengatakan...

gfnf

Janne mengatakan...

Novel ini sangat menarik, karena menggambarkan perwatakan tokoh utama yang luar biasa dan pantas dicontoh, khususnya pada kaum wanita. Tokoh utama yang diperankan oleh aeorang wanita ini memperlihatkan pengorbanan yang luar biasa, diman dia berani melepaskan cinta sejatinya untuk menerima perjodohan dengan seorang lelaki yang justrun membawanya dalam lubang keterpurukan. Namau, pada suatu saat dia sudah tidak kuat dan melakukan pemberontakan, hingga dia berhasil meraih kebahagiaan bersama cinta sejatinya yang telah lama menghilang. Tapi, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama, dan diapun terjatuh dalam lembah keterpurukan untuk yang kedua kali. Dengan semangatnya, sang tokoh ini berhasil meraih kebagagiaan kembali tetapi sayang, ini hanya dapat dia nikmati bersama putra semata wayangnya...

Nur Jannah (XII.S.1)

Janne mengatakan...

Novel ini sangat menarik, karena mengandung nilai moral yang sangat tinggi yang bisa kita petik. Dimana nilai moral ini digambarkan dengan sikap tokoh utama yang senantisa selalu tegar dan berpegang teguh pda prinsipnya untuk memajukan kaum wanita yang hidupnya terkekang dalam kehidupan yang penuh aturan dan adat. Meskipun dia terjatuh untuk kedua kalimya, dia mampu berdiri dan meraih kebahagiaannya kembali.

Rahmawati (XII.S.1)

Waty mengatakan...

Novel ini cukup menarik, karena memiliki nilai moral yang cukup tinggi ditengah peradapan adat yang masih kuat dan cendderung mengikat. pern utama yang diperankan oleh seorang wanita ini menggambarkan perwatakan yang apik, dimana wanita ini selalu tegar dalam dan kuat dalam mengadapi masalah demi masalah. Sampai pada akhirnya dia dapa meraih kebahagiaan yang hakiki, setalah dia jatuh dan terpuruk untuk kedua kaliya...

Rahmawati (XII.S.1)